Translate

Senin, 24 Maret 2014

Pluuuung !

Percayakah kau, aku ingin terkenal 
Toh, aku adalah selebritis 
Percayakah kau, aku ingin uang 
Toh aku sudah kaya sebelum aku jadi wakilmu 

Percayalah kau, aku cuma ingin berguna bagi bangsaku. 
Percayakah kau aku penting di rapat-rapat membicarakan kebutuhan kalian 

PERCAYALAH ! 

Kemanapun aku, kalian ada dalam pikiranku 
Melamun, kubahas dalam ingatanku 
Dikala aku termenung di atas kloset. 
Dikala menunggu keluar 
    Pluuung ! 

Minggu, 16 Maret 2014

Hai Rakyatku, Tolonglah Aku !

Hai Rakyatku 1
Tak usah buruk sangka
Kalian tahu aku sudah kaya
Kalian tahu hartaku dimana-mana

Janganlah berprasangka buruk
Hatiku akan terpuruk
Mendengar aku dikutuk
Dikatakan berpolitik busuk

Hai Rakyatku !
Aku cuma mau tahta
Di tambah sedikit harta
Itukan hasil kerja
Meski karyaku belum nyata

Hai Rakyatku !
Aku sudah terbiasa jadi penguasa
Tak pantas putus asa
Kalau tak enak rasa
Ingatlah aku punya jasa

Hai Rakyatku !
Tolonglah aku , dengarkanlah janjiku!
Aku benar-benar ingin jadi pemimpin
Tolonglah aku , pilihlah aku!
Cuma kalian yang bisa menolongku,

HAi Rakyatku!
Tahukah kalian betapa agungnya jadi pemimpin
Aku sadar mungkin kalian tak butuh dipimpim
Tapi aku butuh jadi pemimpin
Hanya kalian yang bisa menolongku.
 MJAukah kalian memilihku demi cita-citaku ?
Tolonglah Aku !

Rabu, 12 Maret 2014

Seragam Loreng

      Kakekku gagah, tampan dan paten
Berpangkat kapten di batalion delapan
di jaman penjajahan

Ku bayangkan langkah tegapnya serta dada yang membusung di topang tulang belakang yang kokoh

Ku bayangkan ia berpakaian loreng berteriak memimpin batalionnya

Ku bayangkan sesekali pakaian loreng itu
tertarik ke atas sewaktu iya mengangkat tangan .
hormat bendera atau mengangkat tangan untuk lancang depan

Ku bayangkan dengan bangga ia mengenakan seragam loreng itu seperti para pemuda kini yang berebut mendaftar jadi tentara untuk membela indonesia tercinta .

Mereka bangga pakai loreng .
Nanti ! kalau lulus nanti akan berseragam loreng..

Anggar-anggar loreng , telur puyuh juga loreng.

Minggu, 09 Maret 2014

Aku Suka Mama

     Aku akan dengar omongan Mamaku
Aku suka dukungan Mamaku
Kata Mama aku anggun di panggung , pakai gaun diatas lutut tanpa lengan
Kata Mama aku memesona karena liuk-liuk goyangan pinggulku pas dengan irama musik
Kata MAma desahan suaraku sexy
Kata Mama aku adalah tongkat estafet dari cita-citanya

Mama ingin aku jadi selebriti
Sayang kalau kecantikanku harus di tutupi
Merah merona aku punya pipi
modal buat menggaet laki-laki
Harus di pamerkan dari rambut sampai kaki
Aku melakoninya dengan senang hati
Karena pendapat mama asyik sekali

Tapi temanku bilang perempuan jangan mengubar aurat
Temanku bilang perempuan harus bisa mengaji bukan cuma menyanyi
Temanku bilang sexy itu mengundang dosa
Temanku bilang semua pendapatnya itu dari ustadzah
ikh, temanku jadi membosankan
Dia beda dengan mamaku
Untung aku tidak kenal dengan ustadzahnya
Jadi sebelum ia punya banyak bilang yang lain,
   Cepat-cepat aku pergi .
Sebelum ia punya banyak pantangan , Cepat-cepat aku lari
Sebelum ia banyak melarang cepat-cepat aku jauhi

Aku cuma suka Mamaku
Ia selalu mengajari tentang yang asik-asik
Aku cuma suka mamaku
Ia selalu mendukung karirku
Hidup  Mama !

Selasa, 04 Maret 2014

Ayah Temanku Orang Baik

       Ayah temanku orang baik
Selalu saja menolong orang
Tidak suka mempersulit masalah , apalagi menyusahkan
Bekerja sesuai tugas , membantu masyarakat

Berdiri di tengah jalan raya
Mengatur lajur kendaraan agar teratur dan benar
Menggunakan semprit dan kode-kode tangan
   Untuk menuntun pengendara .
Tak banyak kata-kata tapi pak sopir mengerti perintahnya.
YA , dia adalah seorang polisi lalu lintas.

Mereka ada agar untuk mengingatkan para sopir agar mematuhi lalu lintas
Mereka ada agar memberikan ganjaran bagi sang pelanggar
karena mereka ada , para sopir tak sembarang berkendara

Bagi pengendara yang tidak patuh terbirit-birit ketakutan akan mendapat hukuman .

Tapi ayah temanku polisi baik
Ia tak akan memberikan hukuman seperti yang orang takutkan
Ia pasti punya solusi bagi pelanggar.
Ia akan menolongnya.
Di bunyikannya semprit dan di arahkannya
Pak sopir membawa kendaraannya ke pinggir jalan.
Lalu ada tanya jawab
JAwabannya pun tak perlu salah atau benar
Yang penting pak sopir dapat menyalamkan
     lembaran rupiah sesuai perjanjian
Sambil mengucapkan Terima kasih *
Kendaraan melaju lagi


Gampang , Kan ! eh, enak kan !
Karena sikap seperti ayah temanku itu masyarakat
 Tidak sulit kalau sedang berhadapan dengan masalah.

Karena ayah temanku orang baik??